Teknik Pewarnaan Bahan Tekstil

Teknik Pewarnaan Bahan Tekstil

Berita Terbaru informasi umum

Teknik Pewarnaan Bahan Tekstil

Teknik Pewarnaan Bahan Tekstil

Bahan Tekstil – Bahan perona pada kain umumnya digunakan buat membagikan kesan menawan pada kain textile yang hendak kita pakai. Motif pada kain didapat dari bahan perona mulai dari yang natural hingga dengan yang sintesis. Dalam industri tekstil, terdapat 2 metode pewarnaan yang biasa digunakan. Antara lain merupakan bagaikan berikut!

pkv sakongkiu pkv masterkiu online Pkv Games Online

Yarn Dying

Metode Teknik Pewarnaan Bahan Tekstil ini ialah salah satu proses memberi warna ataupun berikan corak pada benang secara menyeluruh atu kata lain nya merupakan pencelupan benang. Proses ini digunakan buat benang- benang yang memerlukan corak, bila benang yang bercorak putih serta alami tidak butuh dicelupkan corak.

Saat sebelum proses pencelupan benang, yakinkan bahan perona cocok dengan tipe benangnya. Ada pula tipe bahannya wajib disesuaikan dengan benangnya bagaikan berikut!

  • Benang yang berasal dari serat alam wajib memakai zat perona alam serta sintesis yang pula spesial buat seart alam
  • Benang yang berasal dari sintesis wajib memakai zat bercorak yang pula cocok dari sintesis

Metode ini umumnya dicoba dalam wujud cone( cheese) ataupun wujud hank lewat package dying machine. Sehabis proses ini baru dapat di yarn dyed kemudian diproses lebih lanjut memakai metode weaving ataupun knitting buat menciptakan bahan kain.

Yarn Dying

Fabric Dying

Metode Teknik Pewarnaan Bahan Tekstil ini nyaris mirip dengan metode yarn dying, cuma saja bila pada yarn dying vbenang yang dicelupkan tetapi pada tekning ini yang dicelupkan merupakan lembaran kainnya. Pada proses ini, tipe zat perona juga wajib disesuaikan dengan tipe lembaran kainnya supaya hasilnya optimal.

Secara teknologi yang terdapat, metode fabic dying bisa dicoba dengan 2 metode ialah dengan system batch ataupun continuous dying. Ada pula klasifikasinya merupakan bagaikan berikut!

  • Sistem batch umumnya digunakan buat mencelup knitted fabric hingga dengan medium woven fabric yang berupa rope dengan jumlah yang tidak sangat banyak. Dalam proses ini hendak terjalin deviasi corak antara batch lebih besar dibanding dengan system continuous.
  • Sebaliknya system contonous digunakan buat mencelupkan wven fabric( tidak buat kintted fabric) dalam wujud open width dengan jumlah yang lumayan besar( minimun 100. 000 m). Kelainannya dengan system batcah merupakan kalau system ini hendak membuat pemerataan corak sebab bisa meminimalkan deviasi corak sehingga corak yang dihasilkan hendak lebih tajam.

Tidak hanya kedua metode diatas, metode pemberian corak pada tekstil bisa dicoba dengan metode printing buat menciptakan kain dengan desain tertentu. Mesin printing yang biasa digunakan buat printed fabric dapat berbentuk flat screen printing machine ataupun rotary printing machine. Adapayn uraian pendek kedua metode ini merupakan bagaikan berikut:

  • Flat screen printing umumnya digunakan buat mencetak desain block( penuh) yang tidak sangat membutuhkan ketajaman desain yang besar. Metode ini bekerja dengan kecepatan kurang lebih 20– 30 m per menit.
  • Rotary screen printing digunakan buat mencetak desain geometris ataupun garis yang membutuhkan ketajaman desain yang besar. Metode ini bekerja dengan kecepatan kurang lebih 80 m per menit.

Fabric Dying

Baca Juga: Daftar Pkv Games | Pkv Games Poker | Pkv Games Login

Seperti itu sebagian uraian pendek menimpa metode yang dicoba buat memberi warna bahan tekstil yang wajib kamu tahu. Bila kamu mau mengawali sesuatu bisnis tekstil, pasti metode memberi warna bahan ialah perihal yang berarti buat mengenali tipe serta kualitasnya. Mudah- mudahan postingan ini berguna buat kamu teman. Deprintz, buat usaha lebih gampang!

cc https://blog.deprintz.com/teknik-mewarnai-bahan-tekstil-pada-kain-dan-benang/